Laporan Proyek

Laporan Proyek

Pemetaan Berbasis Komunitas untuk Memperoleh Data di Indonesia: Laporan Proyek

Selama lebih dari setahun lalu, Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) dan Australian Agency for International Development (AusAID/Badan Australia untuk Pembangunan Internasional) melalui Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR/Fasilitas Australia-Indonesia untuk Pengurangan Bencana), Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT/Tim Kemanusiaan OpenStreetMap), dan Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme Phase II (ACCESS/ Skema Pengembangan Komunitas dan Penguatan Masyarakat Sipil Australia Tahap II) memprakarsai pada sebuah proyek awal pemetaan berbasis komunitas.

Pertanyaan umum yang akan dijawab pada proyek awal ini adalah “apakah OpenStreetMap dapat digunakan untuk memetakan paparan di Indonesia?” Paparan(exposure) merupakan salah satu komponen yang penting dalam model dampak. Bencana merupakan komponen lainnya dan merupakan kejadian yang actual yang dapat terjadi eperti tsunami atau gempa bumi. Dengan memanfaatkan keduanya dalam sebuah model, keterpaparan ini dapat memperkirakan berapa banyak orang, bangunan, atau infrastruktur penting lainnya yang dapat terpengaruh. Proyek awal ini merupakan percobaan pertama untuk menggunakan OpenStreetMap untuk mengumpulkan data seperti ini dan kemudian memasukannya ke dalam model ilmiah untuk menentukan apa yang akan terjadi jika sebuah bencana terjadi pada satu lokasi spesifik.

Anda dapat mengunduh laporan selengkapnya dengan mengklik gambar kover di bawah ini

MEMPERTANYAKAN KUALITAS OSM
Data spasial dasar terkait lingkungan terbangun dan infrastruktur vital memainkan peran penting untuk memperkuat usaha mitigasi dan perencanaan respon bencana. Sayangnya ketersediaan data spasial yang cukup detil pada skala operasional misalnya skala 1:10.000 atau 1:5.000 seringkali tidak dapat dipenuhi. Data resmi yang diproduksi oleh pemerintah dan data yang dimiliki lembaga masyarakat tidak lengkap atau pada umumnya memiliki kendala pada keteraksesannya. Di sinilah peta partisipatif yang dikumpulkan oleh komunitas dan penggiat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan mitigasi dan respon bencana.

Salah satu inisiatif peta partisipatif yang sudah luas dikenal dan digunakan adalah OpenStreetMap (OSM). OSM bergantung penuh pada kontribusi komunitas dalam pengumpulan data. Kontributor dapat menggambar jalan lingkungan bangunan dan fitur lain yang ada di sekitar rumahnya atau di tempat lain yang dianggap penting. Selanjutnya, kontributor mengunggah data tersebut berikut keterangan yang menyertainya ke OSM. Melalui internet, pengguna lain dapat mengunduh data yang telah terunggah ke internet tersebut.

Pada saat data resmi tidak tersedia, OSM dapat menjadi alternatif penting. Namun demikian, kualitas data yang tersedia dari OSM adalah isu yang umum dipertanyakan oleh calon pengguna data. Apakah data tentang jalan dan bangunan yang terkumpul memiliki posisi yang akurat? Apakah keterangan yang diberikan pada fitur terunggah sudah tepat sesuai kondisi di lapangan? Bagi sebagian pengguna yang lain mungkin pertanyaannya adalah apakah bentuk bangunan yang digambar sesuai dengan kondisi lapangan? Apakah jalan yang muncul di peta wiki OSM komplet? Pertanyaan-pertanyaan seputar kualitas data seperti ini sangat umum dan seringkali menjadikan instansi pemerintah dan kelompok masyarakat apriori terhadap kebergunaan data.

Untuk menjawab isu ini, penelitian mengenai kualitas data OSM yang telah dikumpulkan di Indonesia dilakukan pada tahun 2011 sampai dengan awal 2012. Data OSM yang ada di Kota Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Dompu dijadikan sampel penelitian. Metode yang diterapkan adalah memanfaatkan peta skala besar yang diproduksi pemerintah dijadikan data referensi, acuan untuk mengukur seberapa rendah atau tingginya kualitas data OSM yang terkumpul. Di samping itu, pengukuran sampel dengan Mobile GPS dilakukan untuk mendapat data pembanding untuk selanjutnya dilakukan tes statistik. Selain itu dilakukan evaluasi atribut terhadap data yang sudah dikumpulkan.

Hasil yang didapatkan menyimpulkan secara geometri kualitas posisi, bentuk dari data OSM yang sudah dikumpulkan cukup baik. Berikut ini adalah laporan lengkap aktivitas penelitian kualitas OSM di Indonesia yang dilakukan oleh Tim dari Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM dengan dukungan dari HOT (Humaritarian OpenstreetMap Team) dan AIFDR (Australian Indonesia Facility for Disaster Reduction)

Klik gambar dibawah untuk mendonwload laporan selengkapnya (laporan dalam Bahasa Inggris)

1 tanggapan pada “Laporan Proyek”

  1. I’ve experienced two cases of OpenStreetMap frattrusion. In the first case, a bulk upload of out of date TIGER data erased a new extension of a road less than a mile from my house I had added. I added the road again and it’s stuck. In the second case, after spending several days working to fix the banks of the primary river that runs through my county to comply with the editing conventions outlined in the OSM wiki, another user from outside the country decided to go through much of my work and correct it in a way that doesn’t appear to me to comply with the standards specified in the wiki. I’m debating whether to go back and make changes, but given the amount of work I originally put into the edits, I may just let the changes go. Both instances were frustrating to me, but I also understand that different users will have different interpretations and that this is one of the drawbacks to crowdsourced data. In the case of the river, I was the first person to alter what had been imported from the NHD. Perhaps users should be encouraged to pay more attention to edit histories and contact the last user to edit an area when it is felt that corrections need to be made. I still believe the positives of crowdsourcing far outweigh the negatives and am still very enthusiastic about OSM. It’s clearly much more worthy of my time and efforts than Google Maps. It’s good to keep issues like these in the back of our minds as we contribute to crowdsourced projects though.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *