Tag: pemetaan partisipatif

Workshop Pembentukan Point of Interest untuk Komunitas Daerah Rawan Banjir di Kelurahan Pluit, Jakarta

Proyek Pembentukan titik-titik penting (Point of Interest) terkait banjir di Kelurahan Pluit yang diselenggarakan oleh UNESCO dan dibantu oleh Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) masih terus berlangsung. Setelah melakukan Pelatihan Pembentukan POI di Kelurahan Pluit kegiatan selanjutnya adalah workshop pembentukan POI di Kelurahan Pluit. Kegiatan Workshop Pembentukan POI ini dilaksanakan di Kelurahan Pluit pada tanggal 20 November 2013. Kegiatan ini mengundang semua pihak, baik yang terkait secara langsung dengan pelatihan POI maupun aparat pemerintahan di tingkat RW, kelurahan, kecamatan dan dari siswa/i SMK N 56 Pluit. Adapun tujuan utama dari worskhop ini adalah menampilkan hasil dari pelatihan POI yang telah dilaksanakan…

Pelatihan Pembentukan Point of Interest (POI) di Daerah Rawan Banjir Kelurahan Pluit, Jakarta

DKI Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia yang juga merupakan kota terbesar di Indonesia yang dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk memiliki berbagai macam kompleksitas serta persoalan yang melanda kota tersebut. Salah satu persoalan yang selalu melanda Jakarta setiap tahunnya adalah banjir. Banjir terakhir yang melanda jakarta terjadi pada bulan Januari 2013 dimana hampir 50 % persen dari penduduk Jakarta terdampak banjir tersebut serta mengakibatkan 12 orang meninggal dan dampak serta kerugian mencapai 20 trilliun rupiah. Salah satu daerah yang rawan terkena banjir di Jakarta adalah Kelurahan Pluit. Kelurahan Pluit terletak sekitar 1,5 meter di bawah permukaan laut serta terdapat…

Diskusi OpenStreetMap di Rumah Pengetahuan SatuDunia

Pada hari Rabu, 2 Oktober 2013, Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) diundang menjadi pembicara pada acara Diskusi Rumah Pengetahuan 2 yang diselenggarakan oleh SatuDunia. Acara ini bertempat di kantor SatuDunia di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Tujuan dari acara ini adalah untuk membuka wawasan tentang OpenStreetMap(OSM) dan kemungkinan pemanfaatannya dalam kerja-kerja lembaga. Acara dijadwalkan berlangsung dari pukul 10. 00 pagi, namun peserta sudah mulai berdatangan dari pukul 9.30 sehingga diskusi kecil pun sudah mulai berlangsung.  Tidak lama kemudian, lebih dari 10 peserta dari berbagai lembaga seperti Komnas Perempuan, Dompet Dhuafa, Yayasan Terumbu Karang Indonesia dan Erotics Indonesia tampak memadati ruang diskusi Rumah…

Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Kota Makassar

Kota Makassar merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya berada di Pantai Barat Sulawesi, sebagai pintu masuk gerbang Indonesia Bagian Timur membuat Kota Makassar sangat berkembang terutama dalam bidang perekonomian. Letaknya yang berada di wilayah pesisir membuat Kota Makassar tidak terlepas dari bencana banjir. [osm_map lat=”-5.12″ long=”119.442″ zoom=”14″ width=”600″ height=”450″ marker=”-5.11875,119.44831″ marker_name=”wpttemp-red.png”] Bencana banjir hampir setiap tahun melanda Kota Makassar dan memberikan kerugian yang cukup besar. Hal ini diakibatkan alih fungsi lahan berupa padatnya permukiman, drainase yang memburuk, dan air limpasaan dari wilayah dataran tinggi (Maros dan Gowa). Di beberapa daerah yang terletak di pinggir pantai juga mengalami banjir rob. Oleh…

Pemetaan Bengawan Solo Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Bengawan Solo

Bengawan Solo adalah sungai terbesar, terpanjang, dan sungai tertua di Jawa. Dengan total panjang 343,6 km, sungai ini melintasi 5 kabupaten dan 198 desa di Provinsi Jawa Timur. Di balik fenomena unik terbaliknya arah aliran sungai ini (dari utara ke selatan menjadi dari selatan ke utara) akibat aktivitas tektonik dua juta tahun yang lalu, saat ini Solo Bengawan menjadi mimpi buruk bagi 300.000 orang tinggal di sepanjang sungai ini karena banjir setiap tahun. Banjir terakhir pada Januari 2013 membanjiri sekitar 26,229 hektar dan kerugian diperkirakan sekitar 47 miliar. Merespon fakta bahwa banjir akan selalu terjadi setiap tahun, Badan Penanggulangan Bencana…

Pelatihan OpenStreetMap di Institut Teknologi Bandung, Bandung

Bulan puasa ternyata tidak menjadi halangan untuk tetap produktif. Pada tanggal 25 Juli 2013, tim Humanitarian OpenStreetMap (HOT) Indonesia berkunjung ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang OpenStreetMap (OSM) kepada beberapa mahasiswa Master dan Doktor dari jurusan Teknik Sipil dan Geologi, terutama terkait dengan kemampuan OSM dalam mengumpulkan data infrastruktur bangunan. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Kristy van Putten dan Charlotte M dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), serta Ryu Hyeuk yang saat ini tengah mencoba mengaplikasikan Earthquake Risk Model (EQRM), sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Geoscience Australia untuk memperkirakan dampak…

Pemetaan Partisipatif dalam mendukung Kebijakan Satu Peta: Harapan dan Tantangan

Tulisan ini merupakan opini dari Emir Hartato, trainer Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT). Tulisan ini TIDAK mewakili opini dari Komunitas OpenStreetMap Indonesia maupun Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan OpenStreetMap itu sendiri. Banyak orang berpendapat bahwa OpenStreetMap (OSM) merupakan salah satu tools yang sangat bermanfaat untuk melakukan pemetaan secara kolaboratif atau partisipatif. Data dapat dengan mudah diperbarui dan juga diakses. Sehingga, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa OSM dapat digunakan sebagai salah satu sumber data spasial alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dalam berbagai keperluan. Namun, di Indonesia, selain komunitas OSM, ternyata pemetaan secara partisipatif juga telah banyak dilakukan oleh berbagai komunitas lainnya. Sebagai…

Pelatihan OpenStreetMap di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, Makassar

Setelah pelatihan Beginning OpenStreetMap di Hotel Amaris, Panakukang, Makassar berakhir dengan hasil yang memuaskan, dimana pemetaan di sekitar wilayah yang terkena banjir terpetakan dengan baik. Pelatihan selanjutnya dilakukan di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin yang terletak tidak jauh dari Panakukang. Pelatihan ini diusulkan oleh salah satu dosen Jurusan Teknik Sipil yang bernama Bapak Ir. Syamsuddin Rauf, dimana beliau sangat tertarik untuk mengaplikasikan OpenStreetMap dalam mendukung bidang GIS dan ingin membagi ilmu OpenStreetMap dengan para mahasiswa/i jurusan Teknik Sipil. Pelatihan berlangsung dalam satu hari pada tanggal 22 Oktober 2012, di Ruang Sidang Jurusan Teknik Sipil. Jumlah peserta yang hadir berjumlah 25…

Workshop Beginning OpenStreetMap di Lembang, Bandung – Jawa Barat.

Workshop (Beginning OpenStreetMap) selanjutnya dilaksanakan di Lembang, Kab. Bandung, Jawa Barat pada tanggal 24-28 September 2012, tepatnya di Grand Hotel Lembang. Kami sangat senang karena workshop ini disambut dengan baik oleh para peserta, mereka tidak kalah antusiasnya seperti peserta pada workshop yang di laksanakan di Padang minggu lalu. Peserta merupakan perwakilan dari 15 BPBD Provinsi & Kabupaten, Dinas Kesehatan, LIPI, IOM, PMI, Forum PRB serta Wanadri yang ada di Provinsi Jawa Barat. Di hari pertama kegiatan, peserta diperkenalkan apa itu OpenStreetMap (OSM), bagaimana caranya registrasi OSM dan tahap dasar membuat peta dengan OSM. Kebanyakan dari peserta adalah orang yang memang…

Pelatihan OSM di Kupang, Nusa Tenggara Timur

Hari Pertama (17 September 2012) Training hari ini dimulai setelah pembukaan secara resmi oleh bapak Tini Tadeus selaku bapak Kepala Pelaksana BPBD propinsi Nusa Tenggara Timur. Training hari ini dimulai dengan pengenalan apa itu data, apa itu informasi spasial dan tentunya apa itu Open Street Map (OSM). Setelah itu maka seluruh peserta  disuruh untuk membuat papper maps. Yaitu para peserta diminta untuk menggambar peta di kertas menggunakan pulpen dan memberikan penjelasan tentang daerah yang mereka gambar lengkap dengan fasilitas dan bangunan yang ada di daerah tersebut. Hal ini digunakan sebagai penjelasan awal bahwa peta yang mereka buat sudah baik akan…