Tag: banjir

Pemetaan Lapangan untuk penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana di Situbondo

HOT kembali berkontribusi dalam mendampingi jalannya kegiatan Pemetaaan Lapangan di Kabupaten Situbondo pada 13-18 Februari 2015 lalu. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara AIFDR, AIPD, LPBI NU, dan BPBD Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penyusunan kajian risiko bencana. Fokus kegiatan ini adalah memetakan fasilitas umum dan objek-objek penting serta wilayah terdampak banjir pada 71 desa yang rawan banjir di Situbondo dengan tujuan tersusunnya peta keterpaparan aset dan peta ancaman di kawasan rawan bencana. Peserta pemetaan lapangan merupakan peserta yang sama dari kegiatan 3 minggu sebelumnya (Pelatihan OpenStreetMap di Kab. Situbondo pada 23-25 Januari 2015) yaitu dari organisasi dan badan lokal yang…

Proses Pemetaan Banjir Jakarta dengan Perangkat Lunak Bebas Terbuka – QGIS 2.0

Musim penghujan telah tiba, dan seperti biasa Jakarta selalu dilanda bencana banjir tahunan akibat tingginya curah hujan di setiap akhir hingga awal tahun (Desember hingga Februari). Informasi terkait bencana sangatlah penting, apalagi untuk banjir, masyarakat perlu akses terbuka untuk mengetahui wilayah-wilayah mana saja yang tergenang banjir. Namun, tentu saja informasi yang berbentuk tekstual kurang menarik untuk disajikan. Oleh karena itulah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dibantu oleh 2 orang GIS Specialist dari Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) melalui Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR-DFAT Australian Aid) membuat peta-peta terkait bencana banjir yang melanda ibukota kita tercinta ini. Perlu diketahui bahwa seluruh peta…

Workshop Pelatihan Point of Interest (POI) di Kantor BPBD DKI Jakarta

Pelatihan Point of Interest di Kelurahan Pluit yang diselenggarakan oleh UNESCO dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia akhirnya mencapai pada kegiatan akhir. Pelatihan ini dimulai dari kegiatan Pelatihan POI di Kelurahan Pluit kemudian dilanjutkan oleh Pelatihan POI di SMK Negeri 56 untuk siswa/siswi SMK setelah itu ada kegiatan Workshop Pelatihan di Kantor Kelurahan Pluit dan pada tanggal 30 Desember 2013  bertempat di Kantor BPBD DKI Jakarta dilaksanakan kegiatan Workshop lanjutan tentang pelatihan POI yang melibatkan Dinas-dinas terkait di DKI Jakarta. Tujuan dari workshop kali ini sedikit berbeda dari kegiatan workshop sebelumnya yang dilaksanakan di Kelurahan Pluit. Jika di workshop di Kelurahan…

Workshop Pembentukan Point of Interest untuk Komunitas Daerah Rawan Banjir di Kelurahan Pluit, Jakarta

Proyek Pembentukan titik-titik penting (Point of Interest) terkait banjir di Kelurahan Pluit yang diselenggarakan oleh UNESCO dan dibantu oleh Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) masih terus berlangsung. Setelah melakukan Pelatihan Pembentukan POI di Kelurahan Pluit kegiatan selanjutnya adalah workshop pembentukan POI di Kelurahan Pluit. Kegiatan Workshop Pembentukan POI ini dilaksanakan di Kelurahan Pluit pada tanggal 20 November 2013. Kegiatan ini mengundang semua pihak, baik yang terkait secara langsung dengan pelatihan POI maupun aparat pemerintahan di tingkat RW, kelurahan, kecamatan dan dari siswa/i SMK N 56 Pluit. Adapun tujuan utama dari worskhop ini adalah menampilkan hasil dari pelatihan POI yang telah dilaksanakan…

Pelatihan Pembentukan Point of Interest berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Banjir Jakarta di SMKN 56 Pluit

Kegiatan “Pembentukan Point of Interest berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Banjir di Jakarta” merupakan bagian dari Proyek Peta “Point of Interest Dunia UNESCO” yang diimplementasikan melalui Kantor UNESCO di Nairobi, Windhoek, New Delhi dan Jakarta. Dalam rangka implementasi proyek ini, UNESCO bekerjasama dengan Humanitarian Openstreetmap Team mengadakan pelatihan untuk mendukung pembangunan ‘community-owned-knowledge’ dengan membangun kapasitas masyarakat tentang Teknologi Sistem Informasi Geografis Dasar (Basic GIS Technologies) Indonesia, salah satu negara di dunia yang paling rawan bencana, melaksanakan  proyek POI yang berkaitan dengan penanganan banjir dengan judul proyek Pembentukan Point of Interest berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Banjir di Jakarta-Indonesia. Proyek pilot…

OpenStreetMap dalam Rencana Kontijensi DKI Jakarta

DKI Jakarta adalah Ibukota Indonesia yang juga merupakan kota terpadat di Indonesia yang dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk. Namun Jakarta memiliki berbagai macam kompleksitas serta persoalan yang melanda kota tersebut. Salah satu persoalan yang selalu melanda DKI Jakarta setiap tahunnya adalah banjir. Pada tahun 2002, luas genangan banjir di DKI Jakarta mencapai sekitar 13 persen dari wilayah DKI Jakarta dan berdampak pada 381.266 jiwa dan menelan korban jiwa sebanyak 21 orang. Sedangkan pada banjir tahun 2007, sekitar 45 persen dari wilayah DKI Jakarta dan menelan korban meninggal sebanyak 80 jiwa serta menimbulkan kerugian sebesar 5,16 trilyun rupiah. Dan…

Pelatihan Pembentukan Point of Interest (POI) di Daerah Rawan Banjir Kelurahan Pluit, Jakarta

DKI Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia yang juga merupakan kota terbesar di Indonesia yang dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk memiliki berbagai macam kompleksitas serta persoalan yang melanda kota tersebut. Salah satu persoalan yang selalu melanda Jakarta setiap tahunnya adalah banjir. Banjir terakhir yang melanda jakarta terjadi pada bulan Januari 2013 dimana hampir 50 % persen dari penduduk Jakarta terdampak banjir tersebut serta mengakibatkan 12 orang meninggal dan dampak serta kerugian mencapai 20 trilliun rupiah. Salah satu daerah yang rawan terkena banjir di Jakarta adalah Kelurahan Pluit. Kelurahan Pluit terletak sekitar 1,5 meter di bawah permukaan laut serta terdapat…

Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Kota Makassar

Kota Makassar merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya berada di Pantai Barat Sulawesi, sebagai pintu masuk gerbang Indonesia Bagian Timur membuat Kota Makassar sangat berkembang terutama dalam bidang perekonomian. Letaknya yang berada di wilayah pesisir membuat Kota Makassar tidak terlepas dari bencana banjir. [osm_map lat=”-5.12″ long=”119.442″ zoom=”14″ width=”600″ height=”450″ marker=”-5.11875,119.44831″ marker_name=”wpttemp-red.png”] Bencana banjir hampir setiap tahun melanda Kota Makassar dan memberikan kerugian yang cukup besar. Hal ini diakibatkan alih fungsi lahan berupa padatnya permukiman, drainase yang memburuk, dan air limpasaan dari wilayah dataran tinggi (Maros dan Gowa). Di beberapa daerah yang terletak di pinggir pantai juga mengalami banjir rob. Oleh…