Project Pemetaan Bekerjasama dengan Pacific Disaster Center

Mitra


Penanganan bencana di Indonesia memerlukan upaya yang menyeluruh dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Selain upaya sosialisasi peringatan dini dengan cara konvensional, perlu adanya inovasi di bidang teknologi dalam pencegahan dampak bencana yang ditimbulkan. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, diharapkan ada inovasi dalam penanganan bencana yang kerap terjadi di Indonesia dan meminimalisir dampak bencana yang ditimbulkan.


LATAR BELAKANG

Di tahun 2013, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pihak berwenang dalam penanganan bencana di Indonesia bekerja sama dengan Pacific Disaster Center (PDC), USAID – Office of U.S. Foreign Disaster Assistance (OFDA) serta Massachusetts Institute of Technology (MIT): PetaBencana melakukan pengembangan inovasi di bidang kebencanaan bernama InAWARE.

InAWARE atau Indonesia All-hazards Warrning and Risk Evaluation merupakan merupakan modifikasi dari Disaster AWARE PDC yaitu aplikasi pemantauan bencana yang mengintegrasikan dari berbagai data pantauan bencana seluruh dunia. Aplikasi ini dikembangkan untuk meningkatkan sistem peringatan dini, baik di tingkat pusat dan daerah.

Pada tahun 2016, kami (dulu masih bernama Humanitarian OpenStreetMap Team – HOT) melakukan kerja sama dengan BNPB, PDC, USAID, dan MIT untuk pengembangan InAWARE ke tahap selanjutnya.

Untuk dapat menjalankan analisis kebencanaan di InAWARE, diperlukan berbagai jenis data. Salah satu data yang diperlukan adalah data infrastruktur (bangunan, jalan, bangunan penting) dan batas administrasi wilayah. Oleh karena itu, pada Tahap I perlu dilakukan upaya pemetaan detail untuk mengumpulkan data-data tersebut menggunakan platform pemetaan bebas-terbuka, OpenStreetMap.

Selanjutnya di Tahap II, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah, perlu adanya kegiatan sosialisasi dalam penggunaan aplikasi InAWARE serta bagaimana cara melakukan pemetaan detail untuk mengumpulkan data-data penting terkait kebencanaan. Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan pemetaan menggunakan OpenStreetMap dan penggunaan InAWARE bagi pemerintah daerah di Indonesia.

PERJALANAN KAMI

Tahap I
2016 – 2018

Pemetaan Infrastruktur dan Batas Wilayah

Kami memulai kegiatan pemetaan detail selama dua tahun, yaitu pada tahun 2016 hingga 2018, dengan rincian sebagai berikut:

Surabaya
Oktober 2016 – Januari 2017

Jakarta
April – September 2017

Semarang
Februari – Juni 2018

Tahap II
2018 – 2020

Pelatihan OpenStreetMap dan InAWARE

Di tahap dua, kami bekerjasama dengan PDC memberikan pelatihan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa provinsi di Indonesia. Pelatihan yang diberikan mengenai cara memetakan menggunakan OpenStreetmap dan InAWARE.
Pelatihan dilaksanakan di beberapa daerah, yaitu :

Padang
September 2019

Medan & Pontianak
Oktober 2019

Bali
November 2019

Jakarta
Desember 2019

BNPB
Februari – Maret 2020

Tahap I: 2016 – 2018
Pemetaan Infrastruktur dan Batas Wilayah (Surabaya, Jakarta, Semarang)

Pemilihan kota Surabaya, Jakarta, dan Semarang didasarkan kepada karakteristiknya yang merupakan kota besar di Indonesia dengan tingginya jumlah populasi serta wilayahnya yang rawan bencana.

Kegiatan pemetaan ini dilakukan dengan membuat tim pemetaan yang beranggotakan Mapping Supervisor, Quality Assurance, dan Data Entry. Mapping Supervisor bertugas untuk mengawasi jalannya kegiatan pemetaan serta mengurus perizinan untuk pengumpulan data di kota tersebut. Quality Assurance bertugas untuk memantau kualitas data yang dihasilkan. Sedangkan Data Entry bertugas untuk melakukan pengumpulan data lapangan serta dijitasi menggunakan Tasking Manager.

Secara garis besar, kegiatan ini dibagi ke dalam tiga tahap:

PERSIAPAN

– Melengkapi citra satelit
– Bertemu pemerintah lokal
– Mengurus surat izin survei

PEMETAAN

– Survei lapangan
– Dijitasi Tasking Manager
– Mapathon
– Validasi data

PELAPORAN & DOKUMENTASI

– Pembuatan peta
– Distribusi peta ke kelurahan
– Pelatihan/workshop lanjutan

Untuk mendukung BNPB serta penggunaan InAWARE dalam sistem manajemen kebencanaan, kami fokus memetakan objek-objek terkait dengan kebencanaan, meliputi:

Infrastruktur

Bangunan, Jalan, Sarana Ibadah, Fasilitas Kesehatan, Fasilitas Pendidikan, Transportasi, dsb.

Objek Air

Sungai, Badan Sungai, Waduk, Pintu Air, dsb.

Batas Administrasi

Batas RT, Batas RW, Batas Kelurahan, Batas RW,
dan Batas RT.

Tahap II: 2018 – 2020
Pelatihan OpenStreetMap dan InAWARE

paragraf..

SOLUSI YANG KAMI SEDIAKAN

Dari pemetaan yang kami lakukan di tiga kota tersebut, kami berhasil memetakan lebih dari 2.6 juta bangunan,19 juta meter jalan, dan 40 ribu titik infrastruktur penting terkait kebencanaan. Lihat hasil pemetaan kami dalam statisik infografis di bawah ini.

Penambahan data yang kami lakukan dapat terlihat dari kuantitas data yang dihasilkan. Sebelum kegiatan pemetaan dilakukan, data OpenStreetMap di ketiga kota tersebut masih relatif sedikit. Namun, setelah dipetakan terlihat penambahan data yang sangat signifikan pada kepadatan objek yang dipetakan.

Hampir sebagian besar kelurahan yang kami petakan tidak memiliki peta kelurahannya masing-masing. Sebagian besar kelurahan hanya memiliki peta yang digambar dengan menggunakan tangan. Oleh karena itu, sebagai bentuk ucapan terima kasih kami kepada pihak kelurahan yang telah membantu selama proses pemetaan, kami memberikan peta kelurahan kepada setiap kelurahan yang kami petakan.

Sebagi bentuk upaya kami untuk menyebarkan semangat keterbukaan data geospasial serta menyediakan data geospasial secara terbuka, kami menyediakan akses untuk mengunduh data hasil pemetaan yang telah kami lakukan di Surabaya, DKI Jakarta, dan Semarang secara GRATIS! Anda dapat mengunduh data yang telah kami petakan melalui tautan yang ada di bawah ini. (klik gambar peta untuk informasi lebih lanjut).

Wilayah Pemetaan Kami

Surabaya

September 2016 – Februari 2017

DKI Jakarta

Februari 2017 – November 2017

Semarang

Desember 2017 – Juli 2018