Category: Infrastruktur

HOT Indonesia Menyelesaikan Pemetaan Seluruh Obyek Vital di Semarang

Humanitarian OpenStreetMap Team telah menyelesaikan pemetaan Semarang, ibu kota sekaligus kota terbesar di Jawa Tengah. Berukuran 373.8 kilometer persegi dengan populasi lebih dari 1,5 juta jiwa, Semarang adalah kota terbesar kelima di Indonesia. Akibat topografi yang unik berupa daerah pesisir di wilayah utara dan perbukitan di daerah selatan, kota ini sangat rawan terhadap banjir rob dan tanah longsor. Proyek pemetaan ini berfokus pada pendigitasian tapak bangunan, jaringan jalan, dan saluran air. Tim data entry menyisir seluruh wilayah untuk melakukan validasi peta, sambil menambahkan atribut data untuk setiap infrastruktur vital, semisal rumah sakit, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya terkait untuk…

Komunitas OSM Lokal dan Facebook Berkolaborasi Meningkatkan Cakupan Peta Jaringan Jalan di Indonesia

*Tulisan berikut ditulis oleh Russell Defner, Humanitarian OpenStreetMap Team. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Biondi Sima.* Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) memulai upaya menciptakan peta dasar Indonesia sejak tahun 2011 untuk tujuan ketahanan dan kesiapsiagaan bencana. Sejak saat itu, komunitas OpenStreetMap di Indonesia terus bertumbuh dan mengembangkan keterlibatannya hingga pada aplikasi sejenis InAWARE. Namun demikian, peta yang ada belum memiliki jalur jalanan yang lengkap terutama di luar kota-kota besar. [Dengan konsultasi bersama komunitas lokal, HOT bekerja sama dengan Facebook untuk mengidentifikasi lebih banyak jaringan jalan menggunakan perangkat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI).] Di tahun 2016, Facebook memulai riset untuk…

Proyek Pemetaan Infrastruktur Vital HOT InAWARE Berelokasi ke Semarang

Di akhir tahun 2017, HOT merampungkan pemetaan infrastruktur vital di Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Spesialis data entri kami menyapu seluruh 44 kecamatan dan 267 kelurahan hanya dalam kurun waktu 6 bulan.  Sebagai hasil dari program ini, lebih dari 1.5 juta bangunan, 12 juta km jalan, 24,000 fasilitas publik kini terpetakan di OpenStreetMap (OSM). Jumlah bangunan terpetakan di Jakarta kini 33 kali lebih banyak sebelum proyek dimulai, dan 10,000 kilometer lebih panjang untuk jalan yang terpetakan.  Gambar 1. Sebelum dan Sesudah InAWARE Pemetaan PDC Jakarta di Utan Kayu. Dokumentasi HOT. Setelah menyelesaikan proyek di Jakarta, tim kami berelokasi di Semarang, kota…

Memetakan Kepulauan Seribu untuk Antisipasi Bencana Akibat Perubahan Iklim

On October 23, three waterspouts were seen next to each other, sweeping across parts of the Thousand Islands, the northernmost territory of Jakarta. Although no casualties and damages resulted from this phenomenon, Indonesia’s National Disaster Management Agency (BNPB) warned local residents to remain vigilant in the face of climate-induced disasters. Last year in 2016, waterspouts blew past Tidung Island, one of the most densely populated islands in the area. Over 177 houses were damaged, with 708 people affected from the strong blast of wind. Similar occurrences were also documented in 2009, 2011, and 2012, according to the village officials when…

OpenStreetMap untuk Pembangunan Desa dan Pengentasan Kemiskinan

Di tanggal 1-4 Agustus, diwakili oleh Communications Specialist-nya, HOT Indonesia berkesempatan memenuhi undangan Regional Expert Meeting untuk pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan di Asia, berlokasi di Udon Thani, Thailand, disponsori oleh Royal Thai Government, Thammasat University, UNESCO, dan organisasi regional lainnya. HOT menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan proyek yang meningkatkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, revitalisasi pembangunan desa. Gambar 1. HOT Indonesia terlibat dalam pertemuan ahli regional untuk pembangunan desa tingkat Asia di Udon Thani, Thailand. Wilayah pedesaan seringkali diasosiasikan dengan keterbatasan infrastruktur, kemiskinan, dan kebergantungan terhadap sektor pertanian. Lebih dari separuh populasi pedesaan hidup dalam kemiskinan ekstrem (extreme poverty) atau…

Pelatihan Pengumpulan dan Input Data Desa di Sekitar DAS Magepanda, Maumere, Nusa Tenggara Timur

Daerah Aliran Sungai (DAS) Dagesime Magepanda merupakan DAS yang melintasi berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. DAS ini menjadi penting dikarenakan fungsinya yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pertanian, air minum, dan sebagainya. Pentingnya DAS Dagesime Magepanda menyebabkan banyak warga bergantung pada keberadaan sungai tersebut. Mengingat pentingnya fungsi DAS tersebut, perlu adanya upaya-upaya pengelolaan secara holistik dan sistematis mulai dari hulu hingga ke hilirnya. Caritas Keuskupan Maumere (CKM) sebagai lembaga yang aktif bergerak di bidang kemanusian juga menaruh perhatian pada pembuatan dokumen Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Dagesime Magepanda. Oleh karena itu, CKM berupaya untuk mengumpulkan data-data lapang yang…

HOT Menyelesaikan Pemetaan Komprehensif Fasilitas Surabaya: Hasil dan Pembelajaran

Program pemetaan komprehensif Jakarta oleh Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia memasuki tahap penyelesaian akhir, HOT memaparkan beberapa pencapaian utama dan pembelajaran selama proyek berlangsung. HOT juga mengevaluasi tantangan dan hambatan yang dialami untuk kemudian mengantisipasinya untuk program pemetaan komprehensif selanjutnya di ibu kota sekaligus wilayah yang paling kompleks di Indonesia, Jakarta. Pemetaan ini merupakan bagian dari pelengkapan data infrastruktur, termasuk bangunan dan jalan yang kemudian diintegrasikan pada perangkat InAWARE: Sistem Peringatan Dini dan Pendukung Pengambilan Kebijakan untuk Pengelolaan Bencana di Indonesia. Program ini didanai oleh  USAID, Office of U.S. Foreign Disaster Assistance (OFDA) dan didukung oleh Universitas Hawaii: Pacific Disaster Centre (PDC) dan Massachusetts Institute of Technology…

Bantu Penanggulangan Bencana di Surabaya melalui Pemetaan Jarak Jauh

Di awal tahun ini, sebagian besar wilayah Surabaya tergenang banjir. Bencana seperti ini dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi dan membahayakan kehidupan masyarakat, terutama di kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi seperti di Surabaya. Untuk meminimalisir dampak bencana, upaya berkesinambungan mulai dicanangkan. Termasuk di dalamnya dengan melengkapi data pemetaan dasar kota yang sangat diperlukan dalam pembuatan rencana kontinjensi saat terjadi bencana. Suatu alat untuk meningkatkan kajian risiko, sistem peringatan dini dan pengambilan keputusan untuk penanggulangan bencana, InAWARE, dikembangkan oleh Pacific Disaster Centre (PDC), bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didukung oleh data dari Peta Bencana–Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan…

Memetakan Manado: Lebih dari 60,200 Bangunan dan Jalan Terpetakan melalui #ManadoMapathon

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan DMInnovation dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia menyelenggarakan kegiatan mapathon dan pelatihan penggunaan pemetaan digital OpenStreetMap dan InaSAFE selama 4 hari, di tanggal 5-8 Oktober 2016, di Kota Manado. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggerakkan penggiat pemetaan untuk melengkapi digitasi data spasial bangunan dan jalan di Kota Manado, yang akan menjadi tuan rumah Pekan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2016, bertepatan juga dengan Pertemuan ASEAN Committee Disaster Management (ACDM)  ke-29 dan ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (ADDM) ke-4, dan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Peserta sejumlah 32 orang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

Pemetaan Partisipatif Tingkat Desa di Karawang

Pada tanggal 1-2 dan 9-11 Febuari 2016, HOT bekerja sama dengan ADRA (Adventis Development and Relief Agency) untuk melakukan pemetaan empat desa di Karawang. Empat desa yang dipilih oleh ADRA merupakan desa-desa yang berada di wilayah pesisir Karawang yang memiliki potensi ancaman bencana yang tinggi. Desa tersebut adalah Desa Ciparagejaya, Desa Pasirjaya, Desa Cikuntul dan Desa Muara. Keempat desa ini mengirimkan beberapa perangkat desanya untuk memetakan daerah mereka masing-masing. Kegiatan pemetaan ini diawali dengan kegiatan pelatihan OSM pada tanggal 1-2 Febuari 2016 yang bertempat di Kantor Desa Pasirjaya. Pada kegiatan pertama ini, para peserta diajarkan bagaimana cara memetakan daerah mereka…