Author: Wulansari Khairunisa

MURIA – Membangun Ketangguhan Masyarakat Perkotaan

Apa itu MURIA? MURIA atau Marunda Urban Resilience in Action merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang hidup dan tinggal di kota – terutama mereka yang miskin dan rentan – untuk mencegah/melawan, menyerap, mengakomodasi dan memulihkan diri dari ancaman atau gangguan dan tekanan. Projek ini merupakan projek yang mengintegrasikan pendekatan multi-stakeholder dengan penguatan ketahanan masyarakat yang didukung oleh Cordaid. Beberapa perusahaan dan organisasi yang turut berkolaborasi di MURIA di antaranya Bina Swadaya Konsultan (BSK), PT East West Seed Indonesia (EWINDO) dan Humanitarian OpenStreetMap Indonesia (HOT). Marunda merupakan salah satu kelurahan yang ada di Jakarta Utara dimana masih terdapat banyak permukiman kumuh…
Pada pertengahan bulan September lalu, tepatnya tanggal 18-19 September 2015, HOT Indonesia mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara State of the Map Taiwan 2015 (SotM TW 2015). Acara ini berlokasi di Kampus Academia Sinica di Kota Taipei, Taiwan tepatnya di Gedung Humanities and Social Science Building dan Institute of Information Science. Ini merupakan kedua kalinya komunitas OSM Taiwan menggelar SotM di Taiwan, SotM sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2013 namun digabungkan dengan konferensi yang lain. Acara SotM TW ini ingin menciptakan sebuah lingkungan dan tempat untuk berdiskusi mengenai perkembangan teknologi dalam informasi geospasial, inovasi dan penelitian dengan memanfaatkan OSM. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang…

Pelatihan Aplikasi QGIS dalam Kajian Risiko Bencana di Nagekeo, NTT

Perencanaan penanggulangan bencana di setiap daerah memerlukan kajian-kajian terkait dengan risiko bencana. Sehubungan dengan hal tersebut, melalui Program Dukungan Pengembangan Kapasitas (CDSP), BPBD Provinsi NTT bekerjasama dengan AIFDR mengadakan kegiatan Pelatihan Aplikasi QGIS dalam Kajian Risiko Bencana yang diselenggarakan selama tiga hari (27-29 Mei 2015). Kegiatan ini sendiri masih dalam satu rangkaian kegiatan dengan Pelatihan dan Lokakarya Kajian Risiko Bencana yang dilaksanakan dua hari sebelumnya (25-26 Mei 2015). Kabupaten Nagekeo dipilih menjadi sasaran investasi pelatihan-pelatihan ini karena mereka belum memiliki dokumen kajian risiko bencana dan karena faktor minat serta kesiapan BPBD kabupaten  yang antusias memberikan respon atas kebutuhan perencanaan PB di…

Pemetaan Lapangan untuk penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana di Situbondo

HOT kembali berkontribusi dalam mendampingi jalannya kegiatan Pemetaaan Lapangan di Kabupaten Situbondo pada 13-18 Februari 2015 lalu. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara AIFDR, AIPD, LPBI NU, dan BPBD Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penyusunan kajian risiko bencana. Fokus kegiatan ini adalah memetakan fasilitas umum dan objek-objek penting serta wilayah terdampak banjir pada 71 desa yang rawan banjir di Situbondo dengan tujuan tersusunnya peta keterpaparan aset dan peta ancaman di kawasan rawan bencana. Peserta pemetaan lapangan merupakan peserta yang sama dari kegiatan 3 minggu sebelumnya (Pelatihan OpenStreetMap di Kab. Situbondo pada 23-25 Januari 2015) yaitu dari organisasi dan badan lokal yang…

6 Negara dengan Data OpenStreetMap Terbanyak

Sudah 10.5  tahun berjalan sejak pertama kali projek OpenStreetMap ditemukan. OpenStreetMap telah berkembang dari sebuah proyek lokal menjadi peta untuk seluruh dunia dengan semakin banyaknya orang yang bergabung dalam proyek ini yang berasal dari berbagai negara. Terhitung hingga pertengahan Bulan Februari 2015, total kontributor OpenStreetMap di seluruh dunia berjumlah 1.971.000 orang (lihat Statistik Data OSM). Semakin banyak orang yang berkontribusi di OpenStreetMap maka akan semakin banyak jumlah data spasial pada peta OpenStreetMap. Enam Wilayah dengan Data OpenStreetMap terbanyak di Asia Banyaknya data pada suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya, tergantung seberapa banyak objek yang sudah terpetakan pada daerah tersebut. Objek-objek yang…

Pelatihan OpenStreetMap Tingkat Dasar di Rumah Pengetahuan Satu Dunia

OpenStreetMap (OSM) merupakan proyek kolaboratif untuk membuat peta gratis yang siapapun dapat turut serta mengedit petanya. Keungulan dari OSM selain mudah cara penggunaannya, peta ini juga dapat dipakai dan dimanfaatkan oleh berbagai macam kalangan, bahkan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Sayangnya belum banyak OMS yang dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia gratis ini. Kebanyakan dari mereka masih beranggapan penggunaan OSM membutuhkan ilmu dan keahlian IT yang tinggi. Padahal OSM dapat dimanfaatkan untuk mendukung kerja-kerja dari OMS itu sendiri seperti membuat peta sebaran kasus yang mereka tangani. Berdasarkan hal di atas, pada tanggal 5 Desember 2013 lalu, kami Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT)…

Workshop Beginning OpenStreetMap di Lembang, Bandung – Jawa Barat.

Workshop (Beginning OpenStreetMap) selanjutnya dilaksanakan di Lembang, Kab. Bandung, Jawa Barat pada tanggal 24-28 September 2012, tepatnya di Grand Hotel Lembang. Kami sangat senang karena workshop ini disambut dengan baik oleh para peserta, mereka tidak kalah antusiasnya seperti peserta pada workshop yang di laksanakan di Padang minggu lalu. Peserta merupakan perwakilan dari 15 BPBD Provinsi & Kabupaten, Dinas Kesehatan, LIPI, IOM, PMI, Forum PRB serta Wanadri yang ada di Provinsi Jawa Barat. Di hari pertama kegiatan, peserta diperkenalkan apa itu OpenStreetMap (OSM), bagaimana caranya registrasi OSM dan tahap dasar membuat peta dengan OSM. Kebanyakan dari peserta adalah orang yang memang…