emir

Memasukan FieldPapers ke dalam JOSM

  • oleh

Siapa yang masih ingat Walking Papers ? Kita dapat melakukan pemetaan hanya dengan membawa Walking Papers yang dicetak (baik dalam gambar Citra Satelit maupun Mapnik). Kemudian, kita dapat menambahkan catatan pada Walking Papers tersebut sesuai dengan informasi yang kita miliki. Setelah itu, biasanya setelah dari lapangan lembar Walking Papers yang berisi informasi kita upload kembali ke situs Walking Papers dan memuatnya ke dalam JOSM dengan menggunakan plugin Walking Papers. Kalau lupa proses-nya, silahkan buka Modul OSM Dasar Bab 5, atau cek di sini: http://learnosm.org/bi/beginner/walking-papers/

Kita sudah tahu bahwa situs Walking Papers dan pluginnya sedang mengalami gangguan sehingga tidak dapat digunakan hingga saat ini. Beruntung pengembang Walking Paper berhasil mengembangkan penggantinya yaitu Field PapersKonsepnya sama dengan Walking Papers namun kita dapat mencetak lebih dari satu peta! Peta tersebut dapat kita bawa ke lapangan untuk mengumpulkan informasi. Namun, hingga saat ini kita bertanya-tanya bagaimana memasukan Field Papers ke JOSM? 

Hingga tulisan ini ditulis, belum ada plugin Field Papers! Namun, ada trik sederhana untuk melakukannya sampai pihak pengembang merilis plugin khusus Field Papers untuk JOSM 🙂 Update! Ada cara yang lebih mudah memasukan FieldPapers. Di sini 🙂 

Selengkapnya »Memasukan FieldPapers ke dalam JOSM

Pemetaan Partisipatif dalam mendukung Kebijakan Satu Peta: Harapan dan Tantangan

  • oleh

Tulisan ini merupakan opini dari Emir Hartato, trainer Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT). Tulisan ini TIDAK mewakili opini dari Komunitas OpenStreetMap Indonesia maupun Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan OpenStreetMap itu sendiri.

Banyak orang berpendapat bahwa OpenStreetMap (OSM) merupakan salah satu tools yang sangat bermanfaat untuk melakukan pemetaan secara kolaboratif atau partisipatif. Data dapat dengan mudah diperbarui dan juga diakses. Sehingga, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa OSM dapat digunakan sebagai salah satu sumber data spasial alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dalam berbagai keperluan. Namun, di Indonesia, selain komunitas OSM, ternyata pemetaan secara partisipatif juga telah banyak dilakukan oleh berbagai komunitas lainnya. Sebagai contoh, teman-teman Navigasi.Net yang mengumpulkan trek dan titik-titik lokasi menarik (POI/Point of Interest) menggunakan GPS. Kemudian, ada juga teman-teman Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) yang mencoba memetakan batas desa terpencil termasuk tanah-tanah adat yang tercakup dalam rangka menyelesaikan konflik pertanahan di Indonesia. Dan berbagai macam komunitas pemetaan partisipatif lainnya yang memiliki berbagai macam metode untuk mengumpulkan data spasial dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Tentu saja pemetaan partisipatif ini bukanlah pemetaan yang sifatnya hanya meletakan atribut pada satu titik misalnya Wikimapia dan Foursquare.

Pak Trias Aditya dari Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada berpendapat, bahwa pemetaan secara partisipatif itu sangat bermanfaat karena mudah untuk dilakukan apabila akses data spasial tidak tersedia; data dapat terkumpul dengan cepat ketika dibutuhkan; mudah diperbarui; murah dan efisien; dan data dapat diperoleh secara gratis. Namun, menurutnya lagi, pemetaan partisipatif juga dapat menimbulkan masalah; siapa yang memiliki data?; kemungkinan informasi yang terdapat terlalu banyak dan bersifat narsisme (misalnya memetakan rumah sendiri kemudian memberi atribut nama sendiri); penamaan yang kurang akurat; dan bahkan bisa tidak terkontrol.

Selengkapnya »Pemetaan Partisipatif dalam mendukung Kebijakan Satu Peta: Harapan dan Tantangan

Negara Terbesar Ke-4, Kota Terbesar Ke-4, Dipetakan oleh Komunitas Terbaik untuk Persiapan Bencana

  • oleh

Pertumbuhan yang cepat dan elevasi rendah membuat banjir di Jakarta menjadi masalah. Pendekatan inovatif diperlukan untuk perencanaan kontingensi dan pemodelan dampak bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang mengembangkan sebuah skenario rinci untuk memperkirakan dampak banjir di masa mendatang. Skenario… Selengkapnya »Negara Terbesar Ke-4, Kota Terbesar Ke-4, Dipetakan oleh Komunitas Terbaik untuk Persiapan Bencana